Bosan dengan pekerjaanmu?? atau pengen menambah pundi - pundi penghasilan suapaya rekeningmu semakin gemuk? Membuka usaha mungkin bisa jadi solusi buat kamu yang pengen mencari tantangan baru. Tapi, sebelum kamu memulainya, cek dulu, apakah mentalmu sudah benar - benar siap untuk mulai merintis usaha?
1. Kejutan-kejutan yang belum tentu menguntungkan
akan selalu kamu temui di dunia ini. Keyakinan dan tekad yang kuat
dibutuhkan untuk bertahan di dalamnya.
Mental yang kuat diperlukan dalam dunia usaha via www.hipwee.com
Dalam dunnia usaha diperlukan modal yang kuat, bukan hanya modal secara materi, tetapi juga modal berupa mental yang pantang menyerah. Dunia bisnis memang bukan untuk mereka yang mudah gentar; berbagai
kejutan yang belum tentu menguntungkanmu bisa datang sewaktu-waktu.
Kejutan-kejutan apa saja itu? Yang pertama bisa datang dari keluarga
sendiri, yang belum tentu memberikan lampu hijau pada ide-ide bisnis
yang kamu miliki. Selanjutnya bisa jadi rekan usaha yang tiba-tiba
mengundurkan diri, pemerintah kota yang berbelit-belit dalam menerbitkan
surat izin usaha, pengajuan kredit yang ditolak oleh bank, sampai
copycat-copycat yang tak pelak akan bermunculan ketika bisnismu mulai menyicip kesuksesan.
Mental yang manja tak akan bisa membawamu mengatasi situasi ketika
kamu disuguhi kejutan-kejutan di atas. Simak saja kisah mengenai Thomas
Alva Edison. Beliau adalah seorang inovator, penemu, serta salah satu
pebisnis sukses yang pernah hidup di abad ke-20. Ia harus melalui ribuan
kegagalan sebelum akhirnya dia berhasil menciptakan bola lampu pijar
pertama di dunia. Pada akhirnya, apalagi selain kegigihan dan mental
baja yang membuat Edison sukses mengantongi 1,093 hak paten?
2. Seorang pengusaha mesti jeli melihat peluang. Bahkan hobi sehari-hari bisa disulap jadi sumber penghasilan yang mapan.
Hobi tak boleh menjadi sekedar hobi via www.hipwee.com
Pengusaha harus siap bermain dengan kreativitasnya. Sebuah bisnis bisa
berkembang dari apa saja, termasuk hobi atau renjana yang kamu punya.
Salah satu contohnya adalah fotografi. Jika kamu suka banget dengan fotografi, kamu otomatis akan sering hunting foto - foto keren bersama teman - temanmu yang punya hobi serupa. Dari hari ke hari, kamu terus belajar bagaimana menghasilkan sebuah foto yang berkualitas. Terkadang, kamu juga sering memposting hasil jepratan kamu di berbagai media sosial. Aspirasi dari berbagai orang pun juga beragam, bahkan karena karyamu dinilai berkualitas, tidak jarang kamu malah mendapat job untuk memotret pada acara - acara penting seperti pernikahan, atau ulang tahun. Kalau sudah begini, tidak ada salahnya kamu mencoba buka studio photografi sendiri. Dimulai dari yang paling sederhana misalnya prewedding project. Dengan begini, kamu tidak perlu merintis bisnis dari nol karena sudah
punya pengetahuan yang mendalam tentang produk yang kamu tawarkan.
Bonusnya? Kamu bisa mendapatkan penghasilan dari melakukan hal yang kamu
cintai!
3. Mulailah selalu dengan rencana setengah matang.
Perfeksionisme hanya akan mengantarkanmu pada perencanaan berlebihan
yang minim tindakan.
Rencana setengah matangpun cukup untuk memulai via www.hipwee.com
Apa maksud rencana setengah matang di sini? Contohnya, jika kamu ingin
membuka bisnis warnet, hal pertama yang mesti kamu lakukan adalah survei
lokasi, menentukan spesifikasi komputer yang akan kamu pakai, dan
berapa banyak komputer yang akan kamu beli. Plus survey harga komputer
juga perlu. Kemudian kamu perlu menghitung berapa uang yang dibutuhkan,
serta dalam berapa bulan kira-kira bisnismu bisa balik modal? Nah, itu
dulu saja cukup. Kamu tidak perlu memikirkan hal-hal lain seperti
seragam karyawan, desain interior, apalagi jasa vallet untuk warnetmu!
Toh kamu hanya ingin membuka warnet, bukannya ingin membuka hotel.
4. Di tengah jalan, kamu bisa saja dipaksa melakukan perombakan besar-besaran. Jadi, jangan pernah takut pada perubahan.
Oke, bisnismu sudah resmi dibuka. Kamu udah bisa sedikit demi sedikit
mendapatkan keuntungan. Kamu udah punya banyak pelanggan, kamu udah
merekrut beberapa orang karyawan. Namun, apakah kamu akan berhenti
sampai disitu? Kenyataannya, keadaan pasar dan konsumen terus berubah.
Dan kamu dituntut untuk mengikuti perubahan tersebut, jadi kamu harus
selalu jeli dan harus berusaha untuk meningkatkan kemampuanmu.
5. Tak boleh ada justifikasi untuk berpuas diri. Dunia usaha tak
mengenal batas maksimal dalam kesuksesan. Karena memang jalanmu masih
panjang.
Sudah banyak bukti di luar sana yang menunjukkan bahwa orang yang
sombong dan cepat berpuas diri akhirnya jatuh dalam jurang keterpurukan.
Al Dunlap sempat sudah merasa tinggi karena mampu duduk sebagai CEO
Scott Paper, sebuah perusahaan yang memproduksi berbagai macam produk
berbahan kertas yang telah beroperasi selama lebih dari 20 tahun. Bahkan
ia sampai menulis buku tentang dirinya sendiri yang berjudul
Mean Business. Namun
ternyata sikap jumawanya itu malah membuat Scott Paper terpuruk
sehingga Dunlap harus menjual perusahaan itu ke Kimberly Clarks, sebuah
perusahaan kecil yang yang lebih muda dari Scott Paper.
Oleh karena itu, usahakan untuk selalu menjadi mangga yang masih
mentah. Karena mangga yang masih mentah akan terus berusaha untuk
matang, dan menjadi lebih baik. Jika kamu memutuskan untuk menjadi
mangga yang sudah matang dan tidak mau lagi mengembangkan diri, maka
bersiap-siaplah untuk membusuk, dan akhirnya jatuh.
6. Bersyukurlah ketika kegagalan datang. Inilah ladang yang sebenarnya buatmu untuk belajar.
Dengan bersyukur berarti kamu bisa ikhlas dalam menghadapi berbagai
masalah. Kamu akan jadi lebih legawa, dan kamu akan memiliki ruang untuk
dapat berpikir jernih. Bayangkan jika kamu terus-terusan berkutat pada
masalah yang ada, bukannya solusi yang didapat, kamu justru bakal pusing
dan stress. Hal ini justru akan memperparah kondisi usahamu. Tentu kamu
tak akan mau bila hal itu terjadi.
7. Wajib hukumnya untuk berusaha. Namun jangan jemawa dan merasa bisa mencapai segalanya tanpa doa.
Doa sama pentingnya dengan usaha. Karena jika kita meninggalkan salah
satunya, maka usaha yang kita rintis tidak akan mencapai titik
maksimal. Kalau digambarkan, usaha adalah mobil, doa adalah bahan
bakarnya, dan kamu adalah pengemudinya yang akan membawa kemana arah
tujuanmu.
Jadi di antara kegigihan usahamu setiap hari, jangan pernah lupa
menyisipkan sebuah doa. Bukankah Tuhan adalah pendengar terbaik yang
pernah ada?